Ekspedisi Kecil-kecilan ke Gua Batu Batirai

Sudah enam tahun lebih saya bertugas di instansi yang mengurus sektor kepariwisataan di Kota Padang Panjang, mulai dari UPTD Pariwisata, Kantor Parsenibud sampai Dinas Porbudpar saat ini. Dalam rentang waktu tersebut telinga saya cukup akrab dengan kata kata Goa Batu Batirai..setiap menyebut potensi pariwisata Padang Panjang, kata itu selalu muncul, bahkan dalam tesis saya tentang pengembangan sektor kepariwisataan Kota Padang Panjang setahun yang lalu, Goa Batu Batirai juga tidak luput saya cantumkan sebagai salah satu potensi wisata Padang Panjang.

Namun.. Jujur, saya belum pernah melihat secara langsung goa tersebut. bertahun-tahun saya penasaran dengan yang namanya Goa Batu Batirai tersebut..bagaimana rupa sebenarnya..benarkah seperti cerita orang yang pernah berkunjung kesana bahwa didalam goa tersebut dapat dilihat bentuk-bentuk batu menyerupai tirai. Ah..jadi makin penasaran nih. Tapi untuk sementara waktu rasa penasaran itu mesti dipendam dulu karena belum ada kesempatan yang pas untuk melihatnya secara langsung, setidaknya sampai hari Kamis kemarin tanggal 11 Februari 2010

Seminggu sebelumnya Pak Eri (Kasi OSP Dinas Porbudpar) mengabarkan rencana survei lokasi Goa Batu Batirai sebagai langkah awal pembuatan Master Plan Pengembangan Objek Wisata tersebut..Wah Kesempatan nih..saya mesti ikut.. sudah enam tahun penasaran soalnya..Setelah Pak Eri diskusi dengan atasan dan Big Boss akhirnya disepakati survey dilaksanakan hari Kamis tanggal 11 Februari 2010,

“Sengaja dipilih hari kerja biar banyak yang bisa ikut”gitu alasan Pak Eri kemarin.

Nyatanya memang banyak juga yang berminat untuk ikut, lebih kurang 20 orang termasuk Big Boss Mr. Zulkarnain Harun, Kabid Pariwisata Mr. Nasrul Yahya, dan Sekretaris Dinas Mr. Suarmin, ditambah unsur dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bidang Penanaman Modal Bappeda. Siip..lah, akhirnya jadi juga ke Batu Batirai.

Jam 9.30 berangkat dari kantor menuju lokasi, molor 30 menit dari jadwal semula.. biasalah kalau orang Melayu bikin jadwal, ngaret !!. Niat semula sebenarnya mau jalan kaki dari kantor, tapi mengingat waktu sudah molor tadi akhirnya rombongan di drop pake mobil kantor ke titik start menuju lokasi, tepatnya di kawasan TPA Sungai Andok..Kel Kampung Manggis.

Eee..ternyata sampai di TPA Sungai Andok, bukannya langsung berangkat kelokasi tapi nyantai dulu..alasannya nunggu Pak Nasrul Yahya dulu yang lagi nyari nasi bungkus untuk bekal anggota rombongan. Salut juga buat Pak Kabid yang turun langsung untuk urusan konsumsi..mantap ! Jadi ceritanya..ya gitu..semua rela menunggu.. Urang Awak kalau lagi bikin acara pasti menempatkan urusan perut ini sebagai salah satu agenda penting..jadi disuruh nunggu nasi bungkus barang setengah jam ya ikhlas aja..daripada nekad jalan tanpa bekal.. bisa-bisa tajilapak alias tumbang dijalan

Setelah menunggu lebih kurang setengah jam akhirnya yang ditunggu datang juga..begitu nonggol Mr Nasrul Yahya atau yang biasa di sapa Ajo ini langsung pengumuman

“ Nasi di baok surang-surang, kalau ndak namuah mambaok, ndak ka makan ndak anti..daripada taniayo pulo kawan mambaok an “ (Yang nggak ngerti bahasa Minang, coba tanya sama kawan yang dari Padang ya ! he..he)

Aturan sih tinggal aturan.. realisasinya tetap aja kawan yang membawa ransel yang marasai. Habis, ranselnya terlihat lapang sehingga masih bisa dititipin nasi barang dua tiga bungkus. lagian masa Kadis disuruh nenteng-nenteng nasi bungkus  masuk hutan, naik bukit lagi..Yah terpaksa kawan yang bawa tas jadi sasaran.. ..he..he..siapa suruh bawa ransel !

(“Nasi baok surang-surang…..!”)

Setelah urusan nasi bungkus selesai..semua siap berangkat..eit tunggu dulu..

“foto dulu !”kata boss

“Anggap sajo acara awak ko ekspedisi Batu Batirai’” sambung Beliau.

Yah..bolehlah..ekspedisi kecil-kecilan..karena rute yang akan ditempuh sebenarnya singkat..

Let’s go…

Setelah jepret dua tiga kali oleh Pak Jasriman dari SKH Singgalang kita pun berangkat..Bismillah..!. jalan masuk ke lokasi Goa Batu Batirai terletak di kaki bukit arah barat daya TPA Sungai Andok. Begitu start jalurnya langsung mendaki dengan kemiringan beragam. Walaupun jalur yang dilalui berupa jalan setapak namun kelihatannya jarang dilalui kecuali oleh para pencari kayu..hal ini terlihat dari tidak begitu tersibaknya tumbuhan disisi jalur tersebut, sebagian besar jalur yang dilalui tidak tekena sinar matahari langsung sama sekali..artinya benar-benar hutan..lembab.

Langsung menanjak

“Awas licin, pak Eri !”

meskipun tanjakan yang ditempuh terkadang cukup terjal bahkan ada yang sampai 45 derajat..namun tidak terlalu berat bagi anggota rombongan..tak ada kawan yang terlihat ngos-ngosan selama perjalanan..bahkan para ahli hisap alias perokok macam pak yal..pak Bai dan Pak Sekdis pun nampak santai.

Selama perjalanan, pada titik-titik tertentu ketika ada spot atau momen yang menarik sayapun  memainkan Olympus kesayangan saya..walaupun cuma pocket camera tapi lumayanlah buat jeprat jepret. Setelah berjalan selama lebih kurang 30 menit..akhirnya sampai juga di mulut Goa Batu Batirai..Jujur, saya agak kecewa karena ternyata perjalanan ke sana terlalu singkat..Belum jadi keluar keringat..ee ternyata sudah sampai. But It’s OK, yang penting saya sudah berada di depan Goa Batu Batirai.

Dimulut Goa

Dari pengamatan awal saya melihat posisi goa ini, rasanya cukup menarik. Di depan mulut yang berukuran tinggi lebih kurang 170 Cm dan lebar 3-3,5 m itu ada semacam pelataran atau teras seluas lebih kurang 20 m persegi yang menghadap ke jurang yang tidak terlalu dalam. Jika ini dikembangkan, saya membayangkan didasar jurang itu dibangun tempat istirahat semacam gazebo. Mulut Goa yang lumayan lebar itu terletak dibawah bebatuan cadas berukurun raksasa. Begitu melangkah masuk ke mulut Goa, hawa lembab langsung terasa dan gelap tentunya..Ya iyalah namanya goa..kalau terang benderang itu namanya mall. Nah gelap ini yang jadi masalah..soalnya tak satupun dari anggota rombongan yang membawa lampu senter yang memadai..yang ada cuma 2 senter kecil.. alasannya sama semua..lupa !!

“Padahal tadi sudah disiapkan” Kata Pak Yal

Heran…Kalau nasi bungkus kok nggak ada yang lupa ya..!

Tapi mau gimana lagi semua sudah sampai di mulut Goa..ya mesti masuk..masa mau balik lagi ngambil senter gede. Dengan penerangan seadanya sebagian rombongan pun bergerak  masuk, bahkan Pak Suarmin sang Sekdis pun sampai ngeluarin senter korek apinya..Lha piye tho pak ! masa masuk goa senternya cilik banget..  tapi tak apalah namanya juga ekspedisi kecil-kecilan,  dadakan lagi ya pak !. Gara-gara gelap juga akhirnya Sang Big Boss nggak jadi masuk..akhirnya beliau cuma teriak dari luar

“Hati-hati”

“Watch your back”

“Keep going..I’m here watching you all !”

Begitulah seorang Boss, karena gelap jadi Tut Wuri Handayani ! Mendorong staf masuk Goa ha..ha ! (Peace Pak Zul…!!)

Walaupun tanpa memegang senter saya ikut masuk..pikiran cuma satu ngambil foto, karena dari awal sudah punya niat juga masukin foto-foto Goa Batu Batirai kedalam Blog ini..mudahan Flash lamp nya Olympus ini cukup kuat menjangkau  objek.

sret..sret..lampu camera pun bertubi-tubi. Ceritanya, ini model memotret tanpa tahu apa yang dipotret..yang penting arahkan camera dalam kegelapan..persetan dengan angle dan segala macam teori.. selanjutnya terserah lampu kilat..apa yang tertangkap ya itulah hasilnya..dalam ilmu fotografi ini model apa ya ?

Namun dari sekian foto yang didapat ternyata ada juga satu dua yang pas menangkap objek, ada stalagtit juga, relief-reliaf abstrak yang terbentuk secara alamiah, walaupun tidak seeksotis yang biasa kita lihat di majalah-majalah adventure namun lumayanlah. Disamping bentuk-bentuk yang abstrak sekali, relief yang ada dalam goa itu ada yang menyerupai kodok, kaki yang menjulur dan tirai tentunya. (Barangkali dari ukiran alam yang berbentuk tirai itulah makanya goa ini di namakan Goa Batu Batirai) Ini beberapa foto yang didapat..kalau hasilnya pas-pasan mohon dimaklumi namanya juga produk kamera saku dengan gaya membabi-buta.

Puas memotret, saya pun menyusul kawan-kawan yang lain yang terus bergerak maju ..ternyata Goa ini tidak terlalu panjang, namun makin kedalam makin sempit, mendaki dan ternyata TEMBUS. Karena gelap, licin dan lembab semua harus hati-hati, akhirnya satu persatu sampai juga di mulut goa yang satunya. Berbeda dengan mulut Goa yang lebar, maka mulut goa yang satunya lagi sangat sempit, cuma seukuran badan sehingga kalau mau keluar harus satu-satu dan sedikit merayap. Sesampainya diluar, dapat lagi satu kesimpulan bahwa ternyata goa ini tempat aliran air dikala hujan. Karena lubang tembus yang sempit itu berada disebuah dasar cerukan berdiameter lebih kurang 4 meter, Pantas saja lembab dan lantai goa dipenuhi endapan tanah yang cukup tebal.

Akhirnya, terobati juga penasaran saya akan Goa Batu Batirai, walaupun kondisinya tidak terlalu sesuai dengan harapan saya. Dari awal saya membayangkan goa ini kering, namun ada aliran air didasarnya serta lorongnya cukup panjang. Ternyata Goa Batu Batirai lembab dan terlalu pendek.

Cuma seukuran badan..

Dengan berjalan memutar kekanan dari lubang tembus goa, kita sampai kembali dimulut goa..And it’s time for lunch I guess. Ternyata yang lain juga satu pikiran..tanpa komando semua ngeluarin nasi bungkusnya..dan Bismillah.. suap pun turun naik mengisi kekosongan jiwa eh lambung maksudnya. Karena nasi bungkus sudah dijatah, tak ada lagi istilah tambuah ciek..lagian pasti nggak ada yang mau nambah lagi, lha wong bungkus nasinya sudah sebesar induk ayam gitu.

“Jan babaso-baso pak !”

Setelah perut terisi dengan separo induk ayam tadi..rasanya otak sudah bisa diajak untuk menganalisa kawasan Goa Batu Batirai ini. Yang namanya potensi wisata tentunya Goa Batu Batirai  sah-sah saya untuk dikemukakan, namun persoalan kedepan bagaimana potensi itu bisa diubah menjadi objek yang layak jual. Jika Pemerintah Kota Padang Panjang memang ingin menjadikan Padang Panjang sebagai salah satu daerah tujuan wisata tentunya  pengembangan kawasan Goa Batu Batirai ini perlu dipertimbangkan. Hal ini untuk melengkapi jenis wisata yang ada di Padang Panjang yang dominan dengan wisata budaya dan kuliner. Dengan pengembangan kawasan Goa Batu Batirai diharapkan  Padang Panjang memiliki objek wisata minat khusus dan petualangan

Santai sejenak dengan latar belakang air terjun

Master Plan Pengembangan Goa Batu Batirai yang akan segera dirumuskan ini hendaknya benar-benar mempertimbangkan semua faktor terkait. Baik yang mendukung maupun penghambat. Misalnya infrastruktur, dukungan masyarakat, jarak, estimasi minat dan jumlah kunjungan semuanya harus dilakukan study yang mendalam. Sehingga begitu kawasan ini di pandang feasible untuk dikembangkan maka pemerintah harus komit dengan masterplan yang dirumuskan itu, namun jika tidak layak maka jangan pula dipaksakan karena hanya akan berujung kemubaziran. Barangkali cakupan pengembangan Goa Batu Batirai itu tidak cuma terfokus pada goa dan akses tok, tapi mencakup juga kawasan sekitar. Karena berdampingan dengan akses ke Goa Batu Batirai terdapat potensi air terjun yang cukup menarik untuk dikembangkan juga yang dipadukan dengan aktifitas masyarakat menambang batu cadas limestone. Jadi ketika eksistensi Goa Batu Batirai belum cukup kuat untuk dikembangkan menjadi objek wisata tunggal maka perlu ditopang olah objek wisata lain didekatnya, yaitu air terjun tadi. Kedepan di kawasan itu pengunjung bisa menikmati wisata minat khusus menelusuri Goa dan  menikmati keindahan pesona air terjun sambil mengamati aktifitas penambangan batu cadas. Semoga

(Ditulis Oleh : Januardi)

Iklan

14 responses to this post.

  1. Posted by Dewi on Februari 12, 2010 at 7:25 am

    Penyajian ceritanya cukup menarik, jadi pengen track kesitu, tapi……. ntar kalo aksesnya udah bagus. Takut aja ngebayangin ada binatang kecil penghisap darah mesti pada tulisan diatas ga disinggung2. Mudah-mudahan ekspedisi jilid II , III dan seterusnya akan datang. Siipplah ditunggu cerita selanjutnya

    Balas

  2. Posted by Dalmenda Pamuntjak on Februari 12, 2010 at 10:59 am

    so pasti jika gua batu batirai digarap secara profesional bakal bisa menjadi tujuan wisata dan pasti bukan retorika wisata belaka,butuh action yang nyata.kini hanya sebatas kenangan.selamat berjuang untuk membuat jadi tampak dan tertumpang harapan semoga sukses bro…

    Balas

  3. Posted by Syahrial Koto on Februari 12, 2010 at 11:25 am

    Memang Huasyiiiiiik, Saya, pencinta alam dan si Pangusai Rimbo, senang sekali dapat bersama sama pada ekspedisi ini, Dan harapan lagi masih ada beberapa Goa lagi yang cukup menawan sebagai bukti keindahan alam kota Padang Panjang untuk dinikmati.
    Padang Panjang dengan simpanan kekayaan satu persatu akan segera di keluarkan guna menjawab keperluan Padang Panjang sebagau tujuan wisata di Sumatera tentunya.

    Balas

  4. Posted by yunita on Februari 12, 2010 at 3:00 pm

    dulu waktu saya masih SMP (sekitar tahun 89) pernah kesana.. masih gitu gitu aja ya.. dari dulu rencana untuk jd obyek wisatanya dah ada.. dan ini sudah tahun 2010 berarti dah 21 th.. masih rencana juga?.. semangat bro… kalo memang mo dikembangkan..

    Balas

  5. Kalau Pemerintah bekerja khan punya skala prioritas..ukuran layak tidak layak, dsb..kalau swasta yang mengembangkan tentu hitung-hitungan mereka profit..masuk akal nggak kalau invest disitu..dsb. nggak gampang untuk mewujudkan itu.. tapi syukurlah dalam waktu dekat sudah akan dibuat Masterplan Pengembangannya, berarti sudah selangkah lebih maju..

    Balas

  6. yaaaaaaaaaaaaaaah mimpi yng belum tger ujut…….. dari sa isuuk kala………………

    Balas

  7. Posted by Riki-TRTB on November 28, 2010 at 2:58 pm

    Air terjun yang dimaksud diatas, yang dekat TPSA atau yang berada di batas kota pak?. Kalau yang berada d batas kota, apa sudah ada akses dari batu batirai?. Kalau belum, kapan ada rencana untuk merintisnya?. Ambo minaik juo ikut bagian dari tim.(Salam buat ketua ambo pak syahrial)

    Balas

  8. Posted by Puti Goa Bukik Batu Batirai on Agustus 22, 2012 at 10:27 am

    kalau dijadikan wisata, ada keluarga kami yang terganggu disana, apakah sudah dipikirkan, sebab dibalik kehidupan ada kehidupan lagi, kenapa harus menguasai seluruhnya, anda tidak tahu apa yang ada dalam bukik itu, dan yang nampak goa itu tidak seluruhnya,,,,

    Balas

  9. Posted by aga... on November 12, 2012 at 7:51 am

    waaahhh kebetulan akhir minggu ini saya dan kawan2 berencana pegi kesana, sambil menagmbil gamabr…..

    Balas

  10. Reblogged this on ramadaniputri and commented:
    goa batu batirai padang panjang

    Balas

  11. […] Posted Februari 11, 2010 by rainytown1790 in Uncategorized. Tagged: Goa Batu Batirai, Wisata Alam, Wisata Minat Khusus. 13 Komentar […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: